Niat Qadha Shalat Maghrib di Waktu Isya: Simak Doa dan Tata Caranya

1 month ago 15

Liputan6.com, Jakarta Niat qadha shalat Maghrib di waktu Isya penting untuk dipahami setiap Muslim apabila berada dalam kondisi tertentu. Seperti diketahui, shalat adalah pilar utama agama Islam dan kewajiban fundamental bagi setiap Muslim.

Namun, dalam dinamika kehidupan sehari-hari, seringkali ada kondisi yang menyebabkan seseorang tidak dapat menunaikan shalat fardhu tepat pada waktunya. Dalam situasi demikian, Islam memberikan solusi melalui konsep shalat qadha. 

Mengqadha shalat berarti mengganti ibadah yang terlewat dari waktu yang telah ditentukan. Memahami niat qadha shalat Maghrib di waktu Isya beserta tata caranya menjadi sangat penting agar ibadah tetap sah dan diterima di sisi-Nya. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Kamis (31/7/2025).

Pengertian Shalat Qadha

Shalat qadha adalah pelaksanaan shalat wajib yang dilakukan di luar waktu yang telah ditentukan sebagai pengganti shalat yang terlewatkan. Istilah "qadha" sendiri berasal dari bahasa Arab yang berarti mengganti atau melaksanakan kembali. Dalam konteks ibadah shalat, qadha merujuk pada tindakan mengganti shalat fardhu yang tidak dilaksanakan pada waktunya karena berbagai alasan yang dibenarkan oleh syariat.

Konsep shalat qadha didasarkan pada pemahaman bahwa kewajiban shalat tidak gugur hanya karena waktunya telah berlalu. Sebaliknya, umat Muslim tetap bertanggung jawab untuk melaksanakan shalat yang terlewat, meskipun di luar waktu yang seharusnya. Hal ini mencerminkan pentingnya shalat sebagai tiang agama dan kewajiban utama seorang Muslim.

Shalat qadha berbeda dengan shalat ada' (shalat yang dilakukan tepat pada waktunya). Meskipun keduanya memiliki tujuan yang sama yaitu memenuhi kewajiban shalat, qadha dilakukan sebagai "pengganti" shalat yang terlewat, sementara ada' adalah pelaksanaan shalat sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.

Niat Qadha Shalat Maghrib di Waktu Isya: Arab, Latin, dan Terjemah

Niat merupakan pondasi utama dalam setiap ibadah, termasuk shalat qadha. Niat shalat qadha Maghrib harus diucapkan dalam hati sebelum takbiratul ihram, meskipun pelafalan lisan juga dianjurkan untuk memantapkan. Niat haruslah tulus dan ikhlas karena Allah SWT, sebagai bentuk kesungguhan dalam melunasi kewajiban.

Memahami dan melafalkan niat qadha shalat Maghrib di waktu Isya dengan benar adalah kunci sahnya shalat ini. Niat ini membedakan antara shalat fardhu biasa dengan shalat pengganti yang terlewatkan. Berikut adalah bacaan niat qadha shalat Maghrib yang dapat diucapkan:

أُصَلِّي فَرْضَ المَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ قضاءً لِلَّهِ تَعَالَى

"Uşolli fardho maghribi tsalaatsa raka'aatin mustaqbilal qiblati qadha'an lillahi ta'ala."

Artinya: "Saya niat sholat fardu Maghrib tiga rakaat dengan menghadap kiblat, serta qodho karena Allah ta'ala."

Penting untuk memahami arti bacaan niat agar dapat meningkatkan kekhusyukan dan keikhlasan dalam beribadah. Niat ini secara spesifik menyebutkan shalat Maghrib, jumlah rakaat, arah kiblat, dan statusnya sebagai shalat qadha.

Tata Cara Shalat Qadha Maghrib di Waktu Isya

Tata cara qadha shalat Maghrib di waktu Isya pada dasarnya sama dengan tata cara shalat Maghrib pada umumnya. Shalat tetap dikerjakan sebanyak tiga rakaat dengan bacaan Al-Fatihah dan surah-surah pendek lainnya. Perbedaan utama terletak pada niatnya, di mana kita harus berniat untuk mengqadha shalat Maghrib yang terlewat.

Berikut adalah langkah-langkah pelaksanaan shalat qadha Maghrib:

  1. Berwudhu: Wudhu merupakan syarat sah shalat, maka pastikan dalam keadaan suci dengan berwudhu sebelum melaksanakan shalat.
  2. Berdiri menghadap kiblat.
  3. Niat qadha shalat Maghrib di dalam hati.
  4. Takbiratul ihram: Mengangkat kedua tangan sambil mengucapkan "Allahu Akbar".
  5. Membaca surat Al-Fatihah.
  6. Membaca surat pendek atau ayat Al-Quran.
  7. Ruku': Membungkukkan badan dengan kedua tangan memegang lutut.
  8. I'tidal: Berdiri tegak setelah ruku'.
  9. Sujud.
  10. Duduk di antara dua sujud.
  11. Sujud kedua.
  12. Duduk tasyahud akhir: Membaca bacaan tasyahud akhir.
  13. Salam: Menoleh ke kanan dan ke kiri sambil mengucapkan "Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh".

Jika mengqadha beberapa shalat sekaligus, sebaiknya dikerjakan secara berurutan sesuai waktu shalat asalnya. Misalnya, jika terlewat shalat Maghrib dan Isya, maka qadha Maghrib dilakukan terlebih dahulu, baru kemudian Isya.

Namun, jika waktu Isya sudah hampir habis atau dikhawatirkan tidak dapat melaksanakan shalat Isya tepat waktu, maka shalat Isya dapat diutamakan terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan qadha shalat Maghrib setelahnya.

Doa Setelah Shalat Qadha Maghrib

Setelah selesai melaksanakan shalat qadha Maghrib, dianjurkan untuk berdzikir dan berdoa. Dzikir dan doa setelah shalat fardhu adalah anjuran Rasulullah SAW kepada umatnya untuk memperkuat ibadah dan memohon keberkahan. Tidak ada doa khusus untuk shalat qadha, namun umat Muslim dapat membaca dzikir dan doa umum setelah shalat.

Beberapa bacaan dzikir dan doa yang umum dibaca setelah shalat fardhu antara lain:

  • Membaca istighfar tiga kali: "Astaghfirullahal-'Adzīm, Allāzī Lā Ilāha Illā Huwal Hayyul Qayyūm Wa Atūbu Ilaih."
  • Membaca tasbih (Subhanallah), tahmid (Alhamdulillah), dan takbir (Allahu Akbar) masing-masing 33 kali.
  • Membaca Ayat Kursi.
  • Melanjutkan dengan doa-doa yang diajarkan Rasulullah SAW atau doa pribadi yang memohon ampunan, rahmat, dan keberkahan dari Allah SWT.

Salah satu doa yang populer adalah, "Tiada daya dan tiada kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah yang Mahatinggi dan Mahaagung". Berdoa setelah shalat qadha adalah momen untuk memohon ampunan atas kelalaian dan mensyukuri kesempatan untuk melunasi kewajiban.

Hukum Mengqadha Shalat

Hukum mengqadha shalat adalah wajib bagi seseorang yang lupa atau tertidur sehingga melewatkan waktu shalat. Kewajiban ini didasarkan pada hadis Rasulullah SAW, "Jika salah seorang di antara kamu tertidur sehingga tidak melaksanakan sholat atau lupa melaksanakannya, maka hendaklah dia melaksanakannya ketika dia ingat."

Para ulama sepakat bahwa shalat yang ditinggalkan karena lupa atau tertidur wajib diqadha. Ini menunjukkan betapa pentingnya shalat dalam Islam, sehingga kelalaian pun tidak menggugurkan kewajiban untuk melaksanakannya.

Namun, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai hukum mengqadha shalat yang ditinggalkan secara sengaja. Mayoritas ulama dari empat mazhab (Hanafi, Maliki, Syafi'i, dan Hanbali) berpendapat bahwa mengqadha shalat yang ditinggalkan secara sengaja tetap wajib. Mereka menekankan bahwa kewajiban shalat tidak bisa gugur begitu saja.

Sementara itu, sebagian ulama lain seperti Ibnu Hazm dan Ibnu Taimiyah berpendapat bahwa tidak ada qadha bagi shalat yang ditinggalkan secara sengaja. Melainkan cukup dengan bertaubat, memperbanyak istighfar, dan shalat sunnah. Meskipun demikian, orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja telah terjatuh dalam dosa besar dan harus segera bertaubat.

Pentingnya Segera Mengqadha Shalat

Mengqadha shalat yang terlewat memiliki urgensi yang tinggi dalam Islam. Kewajiban shalat tidak gugur hanya karena waktunya telah berlalu, melainkan tetap menjadi "hutang" yang harus dilunasi kepada Allah SWT. Penundaan tanpa alasan yang syar'i dapat menimbulkan konsekuensi.

Beberapa alasan mengapa penting untuk segera mengqadha shalat:

  • Memenuhi Kewajiban: Shalat adalah kewajiban yang telah ditentukan waktunya. Jika terlewat, maka kewajiban tersebut harus segera dipenuhi sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT.
  • Menghindari Dosa: Menunda qadha shalat tanpa alasan yang syar'i dapat menambah dosa, terutama jika shalat ditinggalkan karena kelalaian atau kesengajaan.
  • Berdasarkan Hadis Nabi: Rasulullah SAW memerintahkan untuk segera mengqadha shalat bagi yang lupa atau tertidur. Almanhaj menyebutkan, "Barangsiapa lupa shalat, hendaklah dia mengerjakannya ketika mengingatnya, tiada kafarat baginya kecuali yang demikian itu."
  • Melatih Disiplin Diri: Mengqadha shalat melatih kita untuk disiplin dalam melaksanakan ibadah. Dengan melaksanakan qadha shalat secara teratur, kita akan terbiasa untuk disiplin dalam melaksanakan ibadah-ibadah lainnya.
  • Mendekatkan Diri kepada Allah SWT: Qadha shalat merupakan salah satu bentuk ibadah yang dapat mendekatkan diri kita kepada Allah SWT. Dengan melaksanakan qadha shalat, kita menunjukkan ketaatan dan kecintaan kita kepada Allah SWT.

Kesadaran untuk segera melunasi shalat qadha adalah cerminan dari keimanan dan tanggung jawab seorang Muslim terhadap perintah agamanya.

Sumber Informasi

  • Wikishia. "Salat Qadha". 2023-10-23.
  • Ruangguru. "Tata Cara Sholat Qodho, Syarat, Niat, dan Hukumnya". 2024-06-17.
  • Wikipedia Bahasa Melayu. "Solat qada". Tidak ada tanggal.
  • YouTube. "BACAAN NIAT SHOLAT MAGHRIB ARAB LATIN INDONESIA | Shalat MAGHRIB Sendiri / Imam / Makmum / Qadha". 2024-07-24.
  • UIN - Ar Raniry Repository. "MENGQADHA SHALAT FARDHU (Analisis Dalil dalam Kitab-kitab Hadis dan Kitab-kitab Fikih)". 2024.
  • Rumah Jurnal UIN Sunan Gunung Djati Bandung. "HUKUM QADHA SHALAT FARDHU MENURUT IMAM AL-QARAFI DAN IBN HAZM". 2024-06-20.

FAQ

1. Apa itu shalat qadha?

Shalat qadha adalah shalat yang dilakukan untuk mengganti shalat fardhu yang terlewat dari waktunya.

2. Apakah wajib mengqadha shalat Maghrib yang terlewat?

Ya, wajib mengqadha shalat Maghrib yang terlewat, terutama jika karena lupa atau tertidur.

3. Kapan waktu terbaik untuk mengqadha shalat Maghrib di waktu Isya?

Sebaiknya segera dilakukan setelah teringat atau memungkinkan, sebelum melaksanakan shalat Isya jika waktu Isya masih panjang.

4. Apakah niat qadha shalat Maghrib berbeda dengan niat shalat Maghrib biasa?

Ya, niat qadha shalat Maghrib memiliki tambahan kata "qadha'an" untuk menunjukkan bahwa shalat tersebut adalah pengganti.

5. Bagaimana tata cara shalat qadha Maghrib di waktu Isya?

Tata caranya sama dengan shalat Maghrib biasa, hanya niatnya yang berbeda.

6. Apakah boleh menunda qadha shalat Maghrib jika waktu Isya sudah mepet?

Jika waktu Isya sudah hampir habis, shalat Isya dapat didahulukan, kemudian dilanjutkan dengan qadha Maghrib.

7. Apakah ada doa khusus setelah shalat qadha Maghrib?

Tidak ada doa khusus, namun dianjurkan membaca dzikir dan doa umum setelah shalat fardhu.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |