Sholat Hajat Berapa Rakaat? Simak Panduannya Agar Keinginan Cepat Terkabul

6 days ago 8

Liputan6.com, Jakarta Sholat hajat merupakan ibadah sunnah yang dikerjakan oleh seorang Muslim saat memiliki keinginan atau kebutuhan tertentu. Penting bagi umat Muslim untuk memahami sholat hajat berapa rakaat agar dapat melaksanakannya dengan benar. Meskipun tata caranya mirip sholat sunnah lainnya, jumlah rakaatnya memiliki batasan tertentu.

Sholat hajat berapa rakaat adalah pertanyaan umum yang sering diajukan. Berdasarkan buku Rahasia Kedahsyatan Sholat Tengah Malam karya Saiful Anwar Al Batawy, sholat hajat dapat dilakukan minimal 2 rakaat dan maksimal 12 rakaat. Ini memberikan fleksibilitas bagi setiap individu sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya.

Berikut Liputan6.com ulas lengkap seputar sholat hajat berapa rakaat.

Jumlah Rakaat Sholat Hajat dan Penjelasannya

Sholat hajat merupakan sholat sunnah yang dapat dilakukan untuk memohon hajat atau kebutuhan, baik yang bersifat duniawi maupun ukhrawi. Menurut penelitian Implementasi dan Keutamaan Ibadah Shalat Hajat oleh Drs. Edy Yusuf Nur, M.M., M.Si., sholat hajat dapat dikerjakan sebanyak 2 hingga 12 rakaat. Setiap dua rakaat sholat hajat diakhiri dengan salam. Hal ini berarti jika seseorang ingin melaksanakan sholat hajat lebih dari dua rakaat, ia bisa mengulang sholatnya dengan kelipatan dua rakaat hingga mencapai jumlah maksimal yang dianjurkan.

Berikut adalah penjelasan lebih rinci mengenai jumlah rakaat yang dapat dipilih:

  • 2 Rakaat: Ini adalah jumlah rakaat minimal yang sah untuk sholat hajat. Umumnya, dua rakaat sudah cukup bagi mereka yang memiliki hajat ringan atau hanya ingin melakukan ibadah sunnah. Sholat dua rakaat ini juga sesuai dengan hadis dari Abu Darda' yang diriwayatkan oleh Ahmad, yang menyebutkan bahwa Allah akan mengabulkan permintaan hamba yang berwudhu dengan sempurna dan sholat dua rakaat.
  • 4-12 Rakaat: Bagi mereka yang memiliki hajat yang lebih besar atau ingin menunjukkan kesungguhan yang lebih tinggi kepada Allah, sholat hajat dapat dilakukan dengan jumlah rakaat yang lebih banyak, seperti 4, 6, 8, 10, atau 12 rakaat.
  • Setiap dua rakaat diakhiri dengan salam, kemudian dilanjutkan kembali dengan niat baru. Semakin banyak rakaat yang dikerjakan, semakin besar pula pengorbanan dan kesungguhan yang ditunjukkan oleh seorang hamba.

Fleksibilitas jumlah rakaat ini memungkinkan setiap orang untuk menyesuaikan ibadahnya dengan kondisi pribadi, urgensi hajat, serta tingkat keimanan dan kesungguhan hati dalam memohon.

Waktu Terbaik dan Keutamaan Pelaksanaan

Penelitian 'Penerapan Shalat Hajat dalam Meningkatkan Kedisiplinan Beribadah Santri' (2016/2017) menyatakan, "Shalat hajat boleh dilaksanakan kapan saja, asalkan bukan waktu yang dilarang untuk melakukan shalat."

Meskipun demikian, terdapat waktu-waktu yang dianjurkan untuk melaksanakan sholat hajat karena dianggap lebih mustajab. Waktu terbaik untuk melaksanakan sholat hajat adalah saat sepertiga malam, yaitu antara pukul satu pagi sampai dengan menjelang sholat subuh. Selain itu, sholat hajat juga bisa dilakukan ketika selesai melaksanakan sholat fardhu. Penting untuk diingat bahwa pelaksanaan sholat hajat tidak disarankan pada waktu-waktu yang terlarang untuk melakukan sholat, seperti setelah sholat Subuh hingga terbit matahari, atau setelah sholat Ashar hingga terbenam matahari.

Meskipun sholat hajat dapat dilakukan kapan saja, terdapat waktu-waktu yang dianggap paling utama dan mustajab. Waktu yang paling dianjurkan adalah pada sepertiga malam terakhir, yaitu sekitar pukul 01.00 WIB hingga menjelang subuh.

Pada waktu ini, suasana yang hening dan khusyuk dapat membantu seorang Muslim untuk lebih fokus dalam beribadah dan memanjatkan doa. Hal ini sejalan dengan hadis Nabi Muhammad SAW yang menyebutkan bahwa Allah SWT turun ke langit dunia pada waktu tersebut untuk mengabulkan doa hamba-Nya.

Selain itu, sholat hajat juga dapat dilakukan setelah sholat fardhu, kecuali pada waktu-waktu yang dilarang, yaitu setelah sholat Subuh dan Ashar. Keutamaan sholat hajat tidak hanya terletak pada terkabulnya permintaan, tetapi juga pada kedekatan seorang hamba dengan Allah SWT. Syekh Nawawi Al-Bantani dalam kitab Nihayatuz Zain menyebutkan bahwa sholat hajat ini sangat dianjurkan bagi orang yang sedang mengalami kesulitan dan membutuhkan pertolongan-Nya.

Niat dan Tata Cara Sholat Hajat

Niat sholat hajat, seperti sholat sunnah lainnya, dilakukan dalam hati dan diucapkan bersamaan dengan mengangkat kedua tangan saat takbiratul ihram. Niat ini semata-mata karena Allah SWT dengan kerendahan hati dan mengharapkan ridho-Nya. Kementerian Agama RI (Kemenag RI) melansir lafal niat sholat hajat 2 rakaat: "Ushallî sunnatal ḫâjati rak‘ataini adâ‘an lillâhi ta‘âlâ." Artinya: “Aku menyengaja shalat sunnah hajat dua rakaat tunai karena Allah SWT.”

Tata cara sholat hajat pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan sholat sunnah pada umumnya, namun terdapat perbedaan mendasar pada niat dan doa yang dipanjatkan setelah sholat. 

Berikut adalah tata cara sholat hajat yang umum dilaksanakan:

  • Niat melaksanakan sholat hajat: "أُصَلِّيْ سُنَّةَ الحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى Ushallî sunnatal ḫâjati rak‘ataini adâ‘an lillâhi ta‘âlâ. Artinya: Aku menyengaja shalat sunnah hajat dua rakaat tunai karena Allah SWT."
  • Membaca Surat Al-Fatihah yang dilanjutkan dengan membaca surat-surat pendek. Dianjurkan untuk membaca surat Al-Ikhlas pada rakaat pertama dan Ayat Kursi pada rakaat kedua.
  • Ruku': Melakukan ruku' seperti sholat fardhu biasa.
  • I'tidal: Melakukan i'tidal setelah ruku'.
  • Sujud: Melakukan sujud.
  • Duduk di Antara Dua Sujud: Melakukan duduk di antara dua sujud.
  • Sujud Kedua: Melakukan sujud kembali.
  • Rakaat Kedua: Melanjutkan dengan rakaat kedua dengan tata cara yang sama seperti rakaat pertama.
  • Salam: Setelah kedua rakaat berakhir, diakhiri dengan salam. Jika ingin melanjutkan shalat hajat lagi, bisa dilakukan dengan dua rakaat setelahnya sampai jumlah rakaat maksimal mencapai dua belas rakaat.

Bacaan Setelah Sholat Hajat

Setelah selesai melaksanakan sholat hajat, sangat dianjurkan untuk membaca doa dan dzikir sebagai bentuk permohonan dan pengagungan kepada Allah SWT. Doa merupakan sarana untuk menyampaikan hajat dan permohonan kepada Allah SWT. Majelis Ulama Indonesia (MUI) menganjurkan doa setelah shalat dua rakaat:

"لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ الْحَلِيمُ الْكَرِيمُ، سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، الْحَمْدُ لِللِلهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، أَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ وَالسَّلاَمَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، لاَ تَدَعْ لِي ذَنْبًا إِلاَّ غَفَرْتَهُ وَلاَ هَمًّا إِلاَّ فَرَّجْتَههُ وَلاَ حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضًا إِلاَّ قَضَيْتَهَا، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ."

Selain doa di atas, Syekh Nawawi Al-Bantani dalam kitab Nihayatuz Zain juga menyebutkan doa setelah sholat hajat:

"سُبْحَانَ الَّذِي لَبِسَ العِزَّ وَقَالَ بِهِ، سُبْحَانَ الَّذِي تَعَطَّفَ بِالمَجْدِ وَتَكَرَّمَ بِهِ، سُبْحَانَ ذِي العِزِّ وَالكَرَمِ، سُبْحَانَ ذِي الطَوْلِ أَسْأَلُكَ بِمَعَاقِدِ العِزِّ مِنْ عَرْشِكَ وَمُنْتَهَى الرَّحْمَةِ مِنْ كِتَابِكَ وَبِاسْمِكَ الأَعْظَمِ وَجَدِّكَ الأَعْلَى وَكَلِمَاتِكَ التَّامَّاتِ العَامَّاتِ الَّتِي لَا يُجَاوِزُهُنَّ بِرٌّ وَلَا فَاجِرٌ أَنْ تُصَلِّيَ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ."

Drs. Edy Yusuf Nur., MM., M.Si. juga mengutip doa Rasulullah SAW riwayat Imam At-Tirmidzi:

"اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَالغَنِيْمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ، وَالسَلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، لَا تَدَعْ لِيْ ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ، وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ، وَلَا حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضىً إِلَّا قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ."

Imam an-Nawawi menganjurkan untuk melengkapi doa dengan doa kebaikan dunia dan akhirat:

"اللَّهُمَّ آتِنا في الدُّنْيا حَسَنَةً وفي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنا عَذَابَ النَّارِ."

Selain doa, terdapat pula dzikir-dzikir yang dianjurkan setelah sholat hajat, antara lain:

  • Membaca Istighfar sebanyak 100 kali.
  • Membaca Sholawat sebanyak 100 kali.
  • Membaca Tasbih sebanyak 100 kali.
  • Membaca Hamdallah sebanyak 100 kali.
  • Membaca Kalimat Tauhid.
  • Membaca Surat Al-Ikhlas.
  • Membaca Surat Al-Falaq sebanyak 11 kali.
  • Membaca Surat An-Nas.
  • Membaca Ayat Kursi sebanyak 11 kali.
  • Bacaan Hauqolah: "Laa haula walaa quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘adziim" dibaca 100 kali.
  • Bacaan Hasbunallah Wanikmal Wakil Nikmal Maula Wanikman Nasir dibaca 100 kali.

Manfaat dan Hikmah Sholat Hajat

Sholat hajat bukan hanya sekadar sarana untuk meminta, tetapi juga mengandung hikmah mendalam bagi pelakunya. Selain berpeluang dikabulkan, sholat hajat juga berfungsi sebagai penguat ikhtiar dan tawakal. Dalam penelitian Penerapan Shalat Hajat dalam Meningkatkan Kedisiplinan Beribadah Santri, disebutkan bahwa sholat hajat akan mendatangkan rezeki berupa ijabah, keberhasilan, dan kesuksesan.

Selain itu, berikut beberapa manfaat dan hikmah lain dari sholat hajat:

  • Meningkatkan Kedekatan dengan Allah SWT: Dengan merendahkan diri dan memohon hanya kepada-Nya, seorang hamba akan merasakan kedekatan spiritual yang kuat.
  • Mendatangkan Ketenangan Hati: Rasa pasrah dan tawakal setelah berikhtiar dengan sholat hajat akan mendatangkan ketenangan batin, karena ia yakin bahwa segala keputusan ada di tangan Allah SWT.
  • Melatih Kesabaran dan Ketabahan: Saat hajat belum terkabul, sholat hajat mengajarkan kita untuk bersabar dan terus berusaha, karena Allah akan mengabulkan doa pada waktu yang paling tepat.

Sumber:

  • Al Batawy, Saiful Anwar. Rahasia Kedahsyatan Sholat Tengah Malam.
  • Al-Harits, Abu Khansa. Menjemput Berkah Lewat: Shalat Hajat.
  • Nur, Drs. Edy Yusuf, M.M., M.Si. 2022. Implementasi dan Keutamaan Ibadah Shalat Hajat. Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga.
  • Kementerian Agama RI (Kemenag RI).
  •  Penelitian 'Penerapan Shalat Hajat dalam Meningkatkan Kedisiplinan Beribadah Santri' (2016/2017)  IAIN Jember.

FAQ Jumlah Rakaat Sholat Hajat

Apakah sholat hajat selalu harus 12 rakaat?

Tidak, sholat hajat memiliki jumlah rakaat yang fleksibel. Minimal adalah 2 rakaat, dan maksimal 12 rakaat. Jumlah rakaat ini bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan kesungguhan hati kita, di mana setiap dua rakaat diakhiri dengan salam.

Mengapa sholat hajat dianjurkan dilakukan dua rakaat?

Dua rakaat adalah jumlah minimal yang disepakati oleh banyak ulama. Hal ini merujuk pada hadis yang menyebutkan keutamaan sholat dua rakaat bagi seseorang yang berhajat. Dengan jumlah minimal ini, sholat hajat menjadi ringan dan mudah dilakukan kapan saja.

Apakah sholat hajat bisa dilakukan 4 rakaat?

Ya, sholat hajat dapat dilakukan sebanyak 4 rakaat, 6 rakaat, atau bahkan sampai 12 rakaat. Pelaksanaannya dilakukan dengan salam setiap dua rakaat. Ini memberikan kesempatan bagi hamba untuk lebih banyak berdoa dan memohon kepada Allah SWT.

Apakah ada perbedaan tata cara sholat hajat 2 rakaat dengan 12 rakaat?

Secara umum, tata cara sholat hajat untuk 2 atau 12 rakaat adalah sama. Perbedaannya hanya terletak pada pengulangan sholat, di mana sholat hajat 12 rakaat berarti mengulang sholat dua rakaat sebanyak enam kali, dengan setiap sholat diakhiri salam.

Apakah sholat hajat hanya untuk hajat besar saja?

Tidak, sholat hajat bisa dilakukan untuk hajat sekecil apa pun, baik urusan dunia maupun akhirat. Allah SWT menyukai hamba-Nya yang selalu meminta dan merendahkan diri di hadapan-Nya, bahkan untuk hal-hal yang dianggap sepele.

Apakah ada sholat hajat yang dikerjakan selama seminggu berturut-turut?

Menurut beberapa sumber, sholat hajat dianjurkan untuk dikerjakan selama seminggu berturut-turut. Konsistensi dalam beribadah menunjukkan kesungguhan dan ketulusan hati seorang hamba dalam memohon hajatnya.

Apakah sholat hajat bisa dikerjakan di waktu dilarang sholat?

Tidak, sholat hajat tidak boleh dikerjakan di waktu yang dilarang untuk sholat sunnah, seperti setelah sholat Subuh, setelah sholat Ashar, dan saat matahari tepat di atas kepala. Di luar waktu tersebut, sholat hajat bisa dilakukan kapan saja.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |