Liputan6.com, Jakarta Sholat malam merupakan ibadah sunnah yang memiliki banyak keutamaan bagi seorang muslim. Salah satu bentuknya adalah sholat tahajud 4 rakaat yang sering dikerjakan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Pelaksanaannya bisa dilakukan dengan penuh kekhusyukan setelah tidur di sepertiga malam terakhir.
Amalan sholat tahajud 4 rakaat memberikan kesempatan bagi hamba untuk lebih khusyuk dalam berdoa. Pada saat itulah banyak orang beriman memohon ampunan, rezeki, serta keteguhan iman. Suasana tenang di malam hari membuat ibadah terasa lebih mendalam dan menentramkan jiwa.
Selain pahala yang berlimpah, sholat tahajud 4 rakaat juga menjadi sarana menenangkan hati dan menguatkan doa. Ketekunan melaksanakannya akan membawa keberkahan hidup, menjadikan seorang muslim lebih dekat dengan Tuhannya, serta mendapat ketenangan batin dalam menghadapi segala ujian.
Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang penjelasan lengkap sholat tahajud 4 rakaat.
Niat Sholat Tahajud 4 Rakaat
Pelaksanaan sholat tahajud 4 rakaat dapat dilakukan dengan dua cara niat yang berbeda, disesuaikan dengan metode pelaksanaan yang dipilih. Penting untuk memahami niat ini agar ibadah yang dilakukan sah dan diterima oleh Allah SWT. Niat diucapkan dalam hati, tidak perlu dilafalkan dengan suara keras.
Mengutip buku berjudul Ushul Fikih Metode Ijtihad Hukum Islam (2017) oleh Agus Hermanto dan Rohmi Yuhani’ah, tujuan niat adalah disyariatkannya niat dalam setiap ibadah yaitu untuk membedakan antara ibadah dan perbuatan yang dilakukan biasa (bukan ibadah) dan untuk membedakan antara ibadah yang satu dengan yang lainnya. Waktu niat adalah pada saat melakukan awal dari ibadah yang dilakukan.
Jika memilih untuk melaksanakan sholat tahajud 4 rakaat dengan satu salam, niatnya adalah:
"أصَلَّى سُنَّةَ التَّهَجُّدِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ لِلَّهِ تَعَالَى"
(Ushalli sunnatat tahajjudi arba'a raka'aatin lillahi ta'ala).
Artinya: "Aku niat shalat sunat Tahajud empat rakaat karena Allah Ta'ala."
Niat ini mencakup keseluruhan empat rakaat dalam satu rangkaian sholat.
Namun, jika Anda memilih untuk melaksanakan sholat tahajud 4 rakaat dengan dua salam, yaitu dua rakaat pertama kemudian salam, dilanjutkan dengan dua rakaat kedua dan salam, niat yang digunakan adalah:
"أصَلَّى سُنَّةَ التَّهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى"
(Ushalli sunatattahajjudi rak'ataini lillahi ta'ala)
Artinya: "Aku niat shalat sunat Tahajud dua rakaat karena Allah Ta'ala." Niat ini diulang untuk setiap dua rakaat yang dikerjakan.
Tata Cara Pelaksanaan Sholat Tahajud 4 Rakaat
Mengutip buku berjudul Mukjizat Sholat Malam For Teens Meraih Spiritualitas Rasulullah (2009) oleh Sallamah Muhammad Abu Al-Kamal, sholat tahajud itu artinya sholat malam setelah tidur sejenak.
Orang yang melakukan sholat malam disebut hajid. Jadi bertahajud artinya melakukan sholat sunnah pada malam hari setelah tidur. Semua sholat sunnah yang dikerjakan pada malam hari setelah tidur, dengan demikian, disebut sholat malam atau sholat tahajud (shalattullail).
Secara garis besar, tata cara pelaksanaan sholat tahajud 4 rakaat sama seperti sholat sunah pada umumnya, namun ada beberapa detail yang perlu diperhatikan. Sholat Tahajud dapat dikerjakan minimal dua rakaat dan tidak terbatas jumlahnya.
A. Tata Cara 4 Rakaat dengan Satu Salam
Pelaksanaan sholat tahajud 4 rakaat dengan satu salam memiliki sedikit perbedaan dengan sholat sunah lainnya, yaitu tidak ada tahiyat awal. Setelah sujud terakhir di rakaat kedua, langsung berdiri untuk melaksanakan rakaat ketiga. Urutan gerakannya adalah niat, takbiratul ihram, membaca doa iftitah, Al-Fatihah, dan surat pendek. Kemudian rukuk, i'tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, sujud kedua, lalu berdiri untuk rakaat ketiga.
Langkah-langkah tersebut diulang untuk rakaat ketiga dan keempat. Setelah sujud kedua di rakaat keempat, dilanjutkan dengan tahiyat akhir. Terakhir, sholat diakhiri dengan salam menoleh ke kanan dan ke kiri. Metode ini memerlukan konsentrasi lebih karena rangkaian rakaat yang lebih panjang dalam satu kali sholat.
B. Tata Cara 4 Rakaat dengan Dua Salam (2 Rakaat + 2 Rakaat)
Ini adalah cara yang umum dan lebih sering dilakukan untuk sholat tahajud 4 rakaat, yaitu sholat dua rakaat kemudian salam, lalu sholat dua rakaat lagi dan salam. Tata caranya dimulai dengan niat sholat tahajud dua rakaat, dilanjutkan dengan takbiratul ihram, membaca doa iftitah, Al-Fatihah, dan surat pendek. Kemudian rukuk, i'tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua.
Setelah itu, berdiri untuk rakaat kedua dan mengulang langkah-langkah membaca Al-Fatihah hingga sujud kedua. Sholat dua rakaat pertama diakhiri dengan tahiyat akhir dan salam. Untuk melengkapi sholat tahajud 4 rakaat, ulangi seluruh langkah dari awal (niat hingga salam) untuk dua rakaat berikutnya. Cara ini sering dianggap lebih mudah untuk menjaga fokus dan kekhusyukan.
Dzikir dan Doa Setelah Sholat Tahajud
Mengutip buku berjudul Pesan-Pesan Moral untuk Meraih Sukses, Mulia, dan Selamat (2022) oleh Prof. DR. Miftah Faridl dijelaskan doa adalah senjata ampuh orang mukmin. Doa adalah meminta dan menyerahkan diri kepada Allah. Semakin banyak berdoa, semakin dekat dengan Allah. Banyak berdoa adalah salah satu tanda keimanan, sedangkan malas berdoa adalah bagian dari kekeliruan.
Setelah selesai melaksanakan sholat tahajud 4 rakaat dan mengucapkan salam, sangat dianjurkan untuk melanjutkan dengan dzikir dan doa. Momen setelah Tahajud merupakan waktu yang mustajab untuk memanjatkan permohonan kepada Allah SWT.
Dzikir dapat dimulai dengan:
- Membaca Istighfar: أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ
- Membaca Tahlil: لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ
- Membaca Tasbih: سُبْحَانَ اللهِ
- Membaca Tahmid: اَلْحَمْدُ لِلَّهِ
- Membaca Takbir: اللهُ أَكْبَرُ
- Membaca Sayyidul Istighfar: اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ.
Doa khusus setelah sholat Tahajud yang sangat dianjurkan:
Arab: اللَّهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ، أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ مَلِكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُوْرُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ الْحَقُّ، وَوَعْدُكَ الْحَقُّ، وَلِقَاؤُكَ حَقٌّ، وَقَوْلُكَ حَقٌّ، وَالْجَنَّةُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ، وَالنَّبِيُّونَ حَقٌّ، وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ، وَالسَّاعَةُ حَقٌّ، اَللَّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَبِكَ خَاصَمْتُ، وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ، فَاغْفِرْ لِيْ مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي، أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ، لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ.
Latin: Allâhumma rabbana lakal hamdu. Anta qayyimus samâwâti wal ardhi wa man fîhinna. Wa lakal hamdu anta malikus samâwâti wal ardhi wa man fîhinna. Wa lakal hamdu anta nûrus samâwâti wal ardhi wa man fîhinna. Wa lakal hamdu antal haq. Wa wa‘dukal haq. Wa liqâ’uka haq. Wa qauluka haq. Wal jannatu haq. Wan nâru haq. Wan nabiyyûna haq. Wa Muhammadun shallallâhu ‘alaihi wasallama haq. Was sâ‘atu haq. Allâhumma laka aslamtu. Wa bika âmantu. Wa ‘alaika tawakkaltu. Wa ilaika anabtu. Wa bika khâshamtu. Wa ilaika hâkamtu. Faghfirlî mâ qaddamtu, wa mâ akhkhartu, wa mâ asrartu, wa mâ a‘lantu, wa mâ anta a‘lamu bihi minnî. Antal muqaddimu wa antal mu’akhkhiru. Lâ ilâha illâ anta. Wa lâ haula wa lâ quwwata illâ billâh.
Artinya: “Ya Allah, Tuhan kami, segala puji bagi-Mu. Engkau penegak langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau penguasa langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau cahaya langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau Maha Benar. Janji-Mu benar. Pertemuan dengan-Mu benar. Firman-Mu benar. Surga itu benar. Neraka itu benar. Para nabi itu benar. Nabi Muhammad SAW itu benar. Hari Kiamat itu benar. Ya Allah, hanya kepada-Mu aku berserah diri. Hanya kepada-Mu aku beriman. Hanya kepada-Mu aku bertawakal. Hanya kepada-Mu aku kembali. Hanya karena-Mu aku berdebat. Hanya kepada-Mu aku berhukum. Maka ampunilah dosaku yang telah lalu dan yang kemudian, yang aku sembunyikan dan yang aku tampakkan, serta dosa yang Engkau lebih mengetahuinya dariku. Engkaulah yang mendahulukan dan Engkaulah yang mengakhirkan. Tidak ada Tuhan selain Engkau. Dan tidak ada daya upaya serta kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.”
Sumber:
- Buku berjudul Ushul Fikih Metode Ijtihad Hukum Islam (2017) oleh Agus Hermanto dan Rohmi Yuhani’ah
- Buku berjudul Mukjizat Sholat Malam For Teens Meraih Spiritualitas Rasulullah (2009) oleh Sallamah Muhammad Abu Al-Kamal
- Buku berjudul Pesan-Pesan Moral untuk Meraih Sukses, Mulia, dan Selamat (2022) oleh Prof. DR. Miftah Faridl
Q & A Seputar Topik
Apakah sholat tahajud 4 rakaat boleh dilakukan sekaligus dengan satu salam?
Ya, sholat tahajud 4 rakaat boleh dilakukan sekaligus dengan satu salam, namun yang lebih utama adalah dilakukan dengan 2 rakaat salam, kemudian diulangi lagi 2 rakaat salam, sesuai dengan sunnah Nabi SAW.
Kapan waktu yang paling utama untuk melaksanakan sholat tahajud 4 rakaat?
Waktu terbaik adalah pada sepertiga malam terakhir, yaitu sekitar pukul 02.00 hingga menjelang adzan subuh, karena saat itu Allah SWT membuka pintu ampunan dan mengabulkan doa hamba-Nya.
Bagaimana niat sholat tahajud 4 rakaat?
Niatnya cukup di dalam hati dengan maksud melaksanakan sholat sunnah tahajud 4 rakaat karena Allah SWT. Dalam bacaan, bisa diucapkan: “Ushalli sunnatat-tahajjud rak‘ataini lillahi ta‘ala” (Saya niat sholat sunnah tahajud dua rakaat karena Allah Ta‘ala). Untuk 4 rakaat dilakukan dengan dua kali niat, masing-masing 2 rakaat.
Apakah ada doa khusus setelah sholat tahajud 4 rakaat?
Tidak ada doa khusus yang diwajibkan, tetapi dianjurkan membaca doa memohon ampun, keberkahan, dan pertolongan Allah SWT. Banyak ulama juga mengajarkan doa-doa ma’tsurat yang biasa dibaca Nabi SAW setelah sholat malam.
Apa keutamaan melaksanakan sholat tahajud 4 rakaat secara rutin?
Keutamaannya sangat besar, di antaranya mendekatkan diri kepada Allah SWT, menjadikan doa lebih mustajab, menenangkan hati, serta membuka pintu rezeki dan keberkahan dalam kehidupan sehari-hari.