Liputan6.com, Jakarta Setiap amalan dalam Islam diawali dengan niat yang tulus agar bernilai ibadah. Begitu pula ketika melaksanakan niat sholat sunnah, seorang muslim dituntut untuk menghadirkan hati dengan penuh keikhlasan semata-mata karena Allah SWT.
Dalam praktiknya, niat sholat sunnah menjadi pembeda antara ibadah wajib dan ibadah tambahan. Dengan memahami lafal serta tata cara niat, seorang muslim dapat lebih mudah menunaikan berbagai sholat sunnah seperti Tahajud, Dhuha, maupun Rawatib.
Mengetahui niat sholat sunnah juga membantu meningkatkan kekhusyukan dalam beribadah. Hal ini membuat seseorang lebih sadar akan tujuan utamanya, yaitu memperbanyak amal kebaikan dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang penjelasan lengkap niat sholat sunnah.
Pentingnya Niat dalam Sholat Sunnah
Niat merupakan aspek fundamental dalam setiap ibadah, termasuk sholat sunnah. Secara definisi, niat adalah keinginan hati untuk melakukan suatu amalan yang dalam konteks sholat berarti tujuan dalam hati untuk melaksanakan sholat sesuai dengan jenis sholat yang akan dikerjakan.
Niat ini menjadi pembeda utama antara suatu amal yang dilakukan untuk beribadah kepada Allah dan yang hanya merupakan rutinitas biasa, seperti mandi untuk bersuci sebelum sholat yang berbeda dengan mandi untuk menyegarkan tubuh.
Selain membedakan ibadah dari kebiasaan, niat juga berfungsi untuk membedakan antar jenis ibadah itu sendiri. Sebagai contoh, niat membedakan antara sholat wajib lima waktu dengan sholat sunnah, meskipun tata cara pelaksanaannya mungkin serupa.
Mengutip buku berjudul Ushul Fikih Metode Ijtihad Hukum Islam (2017) oleh Agus Hermanto dan Rohmi Yuhani’ah, tujuan niat adalah disyariatkannya niat dalam setiap ibadah yaitu untuk membedakan antara ibadah dan perbuatan yang dilakukan biasa (bukan ibadah) dan untuk membedakan antara ibadah yang satu dengan yang lainnya. Waktu niat adalah pada saat melakukan awal dari ibadah yang dilakukan.
Dalam Islam, niat memiliki kedudukan yang sangat penting dan menjadi faktor utama dalam menentukan sah atau tidaknya suatu amal. Para ulama telah sepakat bahwa ibadah tidak sah tanpa niat yang jelas.
Niat pada dasarnya adalah amalan hati. Dalam madzhab Syafi'i, niat sholat dilakukan di dalam hati bersamaan dengan pengucapan takbiratul ihram. Meskipun beberapa pendapat menyatakan bahwa mengucapkan niat secara lisan hukumnya sunnah untuk membantu memantapkan hati, namun Nabi Muhammad SAW tidak pernah diriwayatkan melafalkannya.
Ragam Sholat Sunnah Beserta Niatnya
Memahami lafal niat untuk setiap sholat sunnah adalah langkah penting dalam melaksanakannya dengan benar. Niat ini diucapkan dalam hati saat memulai sholat, bersamaan dengan takbiratul ihram.
Menurut Zuhri, dkk, (dalam Widjaja, 2017:76) sebagaimana dikutip dalam kajian yang dipublikasikan di SOSIO RELIGI: Jurnal Kajian Pendidikan UmumVol. 21 No. 1 Tahun 2023, sunnah merupakan jalan hidup bagi siapa yang menjalani dalam Islam dengan jalan yang baik, maka dicatatkan baginya pahala begitu pula sebaliknya apabila melakukan keburukan akan menerima dosa.
Adapula definisi sunnah menurut al-Furaih (2015:18) masih dari sumber yang sama, yaitu segala sesuatu yang disandarkan kepada Rasul; baik berupa perkataan, perbuatan, penetapan, sifat fisik, atau sifat perangainya. Terdapat beberapa sunnah rasul yang dapat diamalkan oleh umat manusia dalam kehidupan sehari-hari
Berikut adalah beberapa sholat sunnah yang umum dilakukan beserta lafal niatnya yang dapat menjadi panduan bagi umat Muslim.
1. Sholat Sunnah Rawatib
Sholat sunnah rawatib adalah sholat sunnah yang mengiringi sholat fardhu, baik sebelum (qabliyah) maupun sesudah (ba'diyah). Keutamaan sholat rawatib sangat besar, di antaranya dapat menyempurnakan kekurangan pada sholat fardhu.
-
Sebelum Subuh (Qabliyah Subuh)
Niat: Ushallii sunnatash shubhi rak'ataini qabliy-yatan lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Aku (niat) sholat sunat qabliyah subuh 2 rakaat, karena Allah Ta'ala."
-
Sebelum Dzuhur (Qabliyah Dzuhur)
Niat: Ushalli sunnatad dhuhri rok'ataini qabliyatan mustaqbilal qiblati ada'an lillahi ta'ala.
Artinya: "Aku niat shalat qabliyah zuhur dua raka'at menghadap kiblat karena Allah."
-
Sesudah Dzuhur (Ba'diyah Dzuhur)
Niat: Ushalli sunnatad dhuhri rok'ataini ba'diyyatan mustaqbilal qiblati ada'an lillahi ta'ala.
Artinya: "Aku niat shalat ba'diyah zuhur dua raka'at menghadap kiblat karena Allah."
-
Sebelum/Sesudah Isya (Qabliyah/Ba'diyah Isya)
Niat: Ushallî sunnatal Isya' rak'ataini qabliyyatan/ba'diyatan lillâhi ta'âlâ.
Artinya: "Saya shalat sunnah qabliyah/ba'diyah Isya' dua rakaat karena Allah ta'ala."
2. Sholat Dhuha
Sholat Dhuha adalah sholat sunnah yang sangat dianjurkan, dilakukan di pagi hari setelah matahari naik setinggi tombak dan sebelum masuk waktu Dzuhur. Sholat ini memiliki keutamaan sebagai sholat pembuka rezeki.
Niat: Ushalli Sunnatal Dhuha Rak'ataini Lillaahi Ta'alaa.
Artinya: "Aku niat sholat sunah Dhuha dua raka'at, karena Allah ta'ala."
3. Sholat Tahajjud
Sholat Tahajjud adalah sholat sunnah yang dikerjakan minimal dua rakaat dan maksimal tidak terhingga jumlahnya. Waktu terbaik melaksanakannya adalah di sepertiga malam terakhir setelah tidur terlebih dahulu, yang dikenal sebagai waktu mustajab untuk berdoa.
Niat: Ushalli sunnatan tahajjudi rak'ataini lillahi ta'ala.
Artinya: "Aku menyengaja shalat sunnah Tahajud dua rakaat karena Allah ta'ala."
4. Sholat Witir
Sholat Witir adalah sholat sunnah dengan jumlah rakaat ganjil yang dilakukan setelah sholat Isya. Sholat ini berfungsi sebagai penutup rangkaian sholat di malam hari dan sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW.
Niat: Ushalli sunnatal witri tsalâtsa raka'âtin mustaqbilal qiblati adâ'an lillâhi ta'âlâ.
Artinya: "Aku menyengaja sembahyang sunnah shalat witir tiga rakaat dengan menghadap kiblat, karena Allah Ta'ala."
5. Sholat Idul Fitri/Adha
Sholat Idul Fitri dan Idul Adha adalah sholat sunnah yang dilakukan pada hari raya umat Islam. Sholat ini dilaksanakan secara berjamaah di lapangan atau masjid, dengan tata cara khusus yang membedakannya dari sholat lainnya.
-
Sebagai Imam (Idul Fitri)
Niat: Ushalli sunnatan lil idil fitri rak'atayni mustaqbilal qiblati adaa'an imaman lillahi ta'ala.
Artinya: "Saya niat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat menghadap kiblat, tunai sebagai imam karena Allah ta'ala."
-
Sebagai Makmum (Idul Fitri)
Niat: Ushalli sunnatan lil idil fitri rak'atayni mustaqbilal qiblati adaa'an ma'muman lillahi ta'ala.
Artinya: "Saya niat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat menghadap kiblat, tunai sebagai makmum karena Allah ta'ala."
-
Sendirian (Idul Adha)
Niat: Ushalli sunnatan li 'idil adha rak'ataini lillahi ta'ala.
Artinya: "Aku berniat salat sunah Idul Adha dua rakaat karena Allah Ta'ala."
Ragam Sholat Sunnah Beserta Niatnya
Mengutip buku berjudul Kumpulan Shalat-shalat Sunnah (2004) oleh Ajen Dianawati, sholat sunnah adalah shalat yang dikerjakan di luar sholat fardhu atau lima waktu (Subuh, Dhuhur, Ashar, Maghrib dan ' Isya) . Nabi Muhammad mengerjakan sholat sunnah ini selain untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT juga mengharap tambahan pahala. Jadi barang siapa yang mengerjakan sholat sunnah ini akan mendapat pahala tapi jika tidak mengerjakannya juga tidak berdosa.
Berikut ini bacaan niat sholat sunnah lainnya:
6. Sholat Istikharah
Sholat Istikharah adalah sholat sunnah untuk meminta petunjuk dari Allah SWT dalam mengambil keputusan penting. Sholat ini membantu seorang Muslim untuk memohon pilihan terbaik dari Allah dalam urusan dunia maupun akhirat.
Niat: Ushalli sunnatal istikharati rak'ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta'ala.
Artinya: "Saya niat sholat istikharah dua rakaat menghadap kiblat karena Allah ta'ala."
7. Sholat Hajat
Sholat Hajat adalah sholat sunnah yang dikerjakan saat seorang muslim hendak memohon kepada Allah untuk mewujudkan suatu hajat atau keinginan. Sholat ini menjadi sarana bagi hamba untuk menyampaikan permohonannya langsung kepada Sang Pencipta.
Niat: Ushalli sunnatal hajati rak'ataini lillahi ta'ala.
Artinya: "Aku berniat salat sunah hajat 2 rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta'ala."
8. Sholat Taubat
Sholat Taubat adalah sholat sunnah dua rakaat yang dilakukan untuk memohon ampunan kepada Allah SWT atas dosa-dosa yang telah dilakukan. Sholat ini merupakan wujud penyesalan dan keinginan kuat untuk kembali ke jalan yang benar.
Niat: Ushollii sunnatat taubati rok'ataini lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Aku berniat melakukan sholat sunnah taubat dua rakaat karena Allah Ta'ala."
9. Sholat Tahiyyatul Masjid
Sholat Tahiyyatul Masjid adalah sholat sunnah dua rakaat yang disunnahkan dilakukan saat memasuki masjid sebelum duduk. Sholat ini merupakan bentuk penghormatan kepada rumah Allah dan adab ketika berada di dalamnya.
Niat: Ushalli sunnata tahiyyatal masjidi rak'ataini lillahi ta'ala.
Artinya: "Aku niat salat sunah tahiyyatal masjid dua rakaat karena Allah ta'ala."
Ragam Sholat Sunnah Beserta Niatnya
Mengutip buku berjudul Kecanduan Sholat (2019) oleh Marenda Darwis, fungsi sholat sunnah ini adalah sebagai penambal dari sholat fardhu yang mungkin belum sempurna atau ada kekurangan di sana-sini. Keutamaan sholat sunnah yaitu sholat sunnah itu meninggikan derajat dan menghapus dosa, dimasukkan surga bersama Rasulullah SAW, dan mendatangkan kebaikan dan berkah di rumahnya.
Berikut ini niat sholat sunnah lengkap:
10. Sholat Gerhana (Khusuf/Kusuf)
Sholat Gerhana adalah sholat sunnah yang dilakukan saat terjadi fenomena gerhana bulan (khusuf) atau gerhana matahari (kusuf). Sholat ini merupakan bentuk pengagungan kepada Allah atas kebesaran ciptaan-Nya.
- Gerhana Bulan (Khusuf)
Niat: Ushalli sunnatal khusufil qamari rak'ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta'ala.
Artinya: "Saya niat sholat sunnah gerhana bulan dua rakaat menghadap kiblat karena Allah."
- Gerhana Matahari (Kusuf)
Niat: Ushalli sunnatal kusufisy syamsi rak'ataini imaman/makmuman lillahi ta'ala.
Artinya: "Saya sholat sunnah gerhana matahari dua rakaat sebagai imam/makmum karena Allah ta'ala."
11. Sholat Tarawih
Sholat Tarawih adalah sholat sunnah yang dilaksanakan setiap malam di bulan Ramadhan. Sholat ini menjadi salah satu ibadah yang paling dinanti dan meramaikan masjid-masjid selama bulan suci.
Niat: Ushalli sunnatat tarawihi rak'ataini mustaqbilal qiblati adaa an lillahi ta'ala.
Artinya: "Aku berniat sholat tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat karena Allah ta'ala."
12. Sholat Wudhu
Sholat Wudhu adalah sholat sunnah dua rakaat yang disunnahkan setiap kali selesai berwudhu. Sholat ini merupakan ungkapan syukur atas nikmat bersuci dan persiapan diri sebelum beribadah lainnya.
Niat: Ushalli sunnatal wudhu'i rak'ataini lillahi ta'ala.
Artinya: "Saya niat sholat sunah wudhu dua rakaat karena Allah ta'ala."
13. Sholat Tasbih
Sholat Tasbih adalah sholat sunnah yang dilakukan dengan membaca kalimat tasbih sebanyak 300 kali dalam empat rakaat. Sholat ini memiliki keutamaan besar dalam menghapus dosa dan meningkatkan pahala.
Niat: Ushalli Sunnatan Tasbihi Rak'ataini Lillahi Ta'ala.
Artinya: "Aku niat mengerjakan sholat sunnah tasbih dua rakaat karena Allah Ta'ala."
14. Sholat Awwabin
Sholat Awwabin adalah sholat sunnah yang dilakukan setelah sholat Maghrib, terdiri dari enam rakaat dengan dua salam dalam setiap rakaatnya. Sholat ini dikenal memiliki keutamaan yang besar bagi mereka yang mengerjakannya.
Niat: Ushalli sunnatal awwabiina rak'ataini lillahi ta'aalaa.
Artinya: "Aku niat mengerjakan sholat sunnah awwabin dua rakaat karena Allah Ta'ala."
Sumber:
- Buku berjudul Ushul Fikih Metode Ijtihad Hukum Islam (2017) oleh Agus Hermanto dan Rohmi Yuhani’ah
- Kajian berjudul Menghidupkan Sunnah Harian Rasulullah dalam Pembentukan Karakter Pribadi Muslim dipublikasikan di SOSIO RELIGI: Jurnal Kajian Pendidikan UmumVol. 21 No. 1 Tahun 2023
- Buku berjudul Kumpulan Shalat-shalat Sunnah (2004) oleh Ajen Dianawati
- Buku berjudul Kecanduan Sholat (2019) oleh Marenda Darwis
Q & A Seputar Topik
Apa itu niat sholat sunnah?
Niat sholat sunnah adalah tekad hati yang diucapkan secara batin untuk melaksanakan sholat tambahan selain sholat wajib, dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Apakah niat sholat sunnah harus dilafalkan dengan suara?
Niat sholat sunnah tidak harus diucapkan dengan lisan. Cukup menghadirkannya dalam hati sebelum takbiratul ihram, namun melafalkan dengan suara pelan boleh dilakukan sebagai penguat ingatan.
Bagaimana contoh niat sholat sunnah?
Contohnya, jika ingin melaksanakan sholat sunnah mutlak dua rakaat, cukup menghadirkan niat dalam hati: “Saya niat sholat sunnah dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
Apakah setiap jenis sholat sunnah memiliki niat yang berbeda?
Ya, niat disesuaikan dengan jenis sholat sunnah, seperti Dhuha, Tahajud, Witir, Rawatib, dan lain-lain. Hal ini untuk membedakan maksud dari ibadah yang dilakukan.
Apa hukum melafalkan niat sholat sunnah dengan bahasa selain Arab?
Hukumnya boleh, karena yang utama adalah niat di dalam hati. Jika lebih mudah dengan bahasa sendiri, maka tetap sah, selama tujuannya benar-benar ditujukan kepada Allah SWT.