Liputan6.com, Jakarta Sholat Tahajud adalah amalan sunnah yang sangat dianjurkan. Untuk melaksanakannya dengan benar, seorang Muslim perlu memahami bacaan sholat Tahajud, mulai dari niat, surah, hingga doa setelah salam.
Setiap rakaat, bacaan sholat Tahajud dimulai dengan Al-Fatihah lalu surah pendek, kemudian rukuk, sujud, dan tahiyat sebagaimana sholat lainnya. Disunnahkan memperpanjang doa pada sujud terakhir.
Keutamaan bacaan sholat Tahajud terletak pada kekhusyukan dan doa yang dipanjatkan, karena ibadah ini menjadi jalan mendekatkan diri kepada Allah serta memohon ampunan dan ketenangan hati.
Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang penjelasan lengkap bacaan sholat tahajud.
Tata Cara dan Bacaan Sholat Tahajud
Mengutip buku berjudul Mukjizat Sholat Malam For Teens Meraih Spiritualitas Rasulullah (2009) oleh Sallamah Muhammad Abu Al-Kamal, sholat tahajud itu artinya sholat malam setelah tidur sejenak.
Orang yang melakukan sholat malam disebut hajid. Jadi bertahajud artinya melakukan sholat sunnah pada malam hari setelah tidur. Semua sholat sunnah yang dikerjakan pada malam hari setelah tidur, dengan demikian, disebut sholat malam atau sholat tahajud (shalattullail).
Tata caranya secara umum hampir sama dengan sholat fardhu, hanya saja dilakukan dalam jumlah rakaat yang fleksibel sesuai kemampuan, minimal dua rakaat. Rasulullah SAW sering menambahkannya hingga delapan bahkan sebelas rakaat, ditutup dengan sholat witir.
Tata Cara Sholat Tahajud
1. Membaca niat sholat Tahajud di dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram.
- Bacaan niat sholat Tahajud (pendek):
أُصَلِّي سُنَّةَ التَّهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushallî sunnatat tahajjudi rak‘ataini lillâhi ta‘âlâ
“Aku berniat sholat sunnah Tahajud dua rakaat karena Allah Ta‘ala.”
- Bacaan niat sholat Tahajud (lengkap):
أُصَلِّي سُنَّةَ التَّهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushallî sunnatat tahajjudi rak‘ataini mustaqbilal qiblati lillâhi ta‘âlâ “
Aku berniat sholat sunnah Tahajud dua rakaat, menghadap kiblat, karena Allah Ta‘ala.”
2. Takbiratul ihram, dilanjutkan dengan doa iftitah:
سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ وَتَبَارَكَ اسْمُكَ وَتَعَالَى جَدُّكَ وَلَا إِلَهَ غَيْرُكَ
Subhânakallâhumma wa bihamdika wa tabârakas-muka wa ta‘âlâ jadduka wa lâ ilâha ghairuka.
“Maha Suci Engkau ya Allah, aku memuji-Mu, Maha Suci nama-Mu, Maha Tinggi kebesaran-Mu, dan tiada Tuhan selain Engkau.”
3. Membaca surat Al-Fatihah, dilanjutkan dengan membaca surah dalam Al-Qur’an. Rasulullah SAW sering membaca surah-surah yang panjang, namun boleh juga surah pendek sesuai kemampuan.
4. Rukuk dengan tuma’ninah sambil membaca bacaan rukuk:
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ (3x)
Subhâna rabbiyal ‘azhîmi wa bihamdih.
“Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung dan segala puji bagi-Nya.”
5. I‘tidal sambil membaca:
سَمِعَ اللّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ، رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ
Sami‘allâhu liman hamidah, rabbanâ lakal hamdu.
“Allah mendengar orang yang memuji-Nya. Ya Tuhan kami, bagi-Mu segala puji.”
6. Sujud pertama sambil membaca bacaan sujud:
سُبْحَانَ رَبِّيَ الأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ (3x)
Subhâna rabbiyal a‘la wa bihamdih.
“Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi dan segala puji bagi-Nya.”
7. Duduk di antara dua sujud sambil membaca doa:
رَبِّ اغْفِرْ لِي، وَارْحَمْنِي، وَاهْدِنِي، وَعَافِنِي، وَارْزُقْنِي
Rabbi-ghfir lî, warhamnî, wahdinî, wa ‘âfinî, warzuqnî.
“Ya Allah, ampunilah aku, rahmatilah aku, beri aku petunjuk, kesehatan, dan rezeki.”
8. Sujud kedua dengan bacaan sujud seperti sebelumnya.
9. Bangkit untuk rakaat kedua, melakukan langkah yang sama hingga tahiyat akhir.
10. Membaca doa tahiyat akhir:
التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ، السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
At-tahiyyâtu al-mubârakâtu ash-shalawâtu ath-thayyibâtu lillâh, as-salâmu ‘alaika ayyuhan-nabiyyu wa rahmatullâhi wa barakâtuh, as-salâmu ‘alainâ wa ‘alâ ‘ibâdillâhis-shâlihîn. Asyhadu allâ ilâha illallâh, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasûluh.
11. Salam ke kanan dan ke kiri.
Dzikir dan Doa Setelah Sholat Tahajud
Setelah selesai melaksanakan sholat tahajud, sangat dianjurkan untuk memperbanyak dzikir, istighfar, dan doa. Waktu setelah tahajud adalah waktu yang mustajab untuk memohon kepada Allah SWT, sebagaimana firman-Nya:
وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ
Wa bil-ashhāri hum yastaghfirūn
"Dan pada waktu sahur mereka memohon ampun (kepada Allah)." (QS. Adz-Dzariyat: 18)
Ayat ini menegaskan bahwa waktu sahur (sepertiga malam terakhir) adalah waktu yang utama untuk memperbanyak istighfar dan doa. Mengutip buku berjudul Pesan-Pesan Moral untuk Meraih Sukses, Mulia, dan Selamat (2022) oleh Prof. DR. Miftah Faridl dijelaskan doa adalah senjata ampuh orang mukmin. Doa adalah meminta dan menyerahkan diri kepada Allah.
Mengutip kajian yang dipublikasikan di Ikhlas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam Volume. 2 Nomor. 1 Tahun 2025, dzikir adalah memanggil nama Allah, amalan yang rutin atau disebut wirid, adalah salah satu ibadah mahdah, yaitu ibadah langsung kepada Allah dengan mengingat-Nya.
Berikut ini dzikir dan doa setelah sholat tahajud:
1. Istighfar
Disunnahkan memperbanyak istighfar, baik istighfar pendek maupun panjang.
- Istighfar Pendek:
اللَّهُمَّ اغْفِرْلِي
Astaghfirullāh
"Aku memohon ampun kepada Allah."
- Istighfar Panjang:
أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لَا إِلٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ، مِمَّا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَعْلَنتُ وَمَا أَسْرَرْتُ، وَمَا أَسْرَفْتُ، وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي. أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ، وَأَنْتَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ.
Astaghfirullāhal-‘azhīma alladzī lā ilāha illā huwa al-ḥayyu al-qayyūm, mimmā qaddamtu wa mā akhkhartu, wa mā a‘lantu wa mā asrartu, wa mā asraftu, wa mā anta a‘lamu bihi minnī. Antal-muqaddimu wa antal-mu’akhkhiru wa anta ‘alā kulli syai’in qadīr.
"Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, tiada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup, Yang Maha Berdiri Sendiri. Dari dosa yang telah aku perbuat dan yang akan datang, yang aku sembunyikan maupun yang aku tampakkan, dari dosa berlebihan, dan dari apa yang Engkau lebih mengetahuinya dariku. Engkaulah Yang Mendahulukan, Engkaulah Yang Mengakhirkan, dan Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu."
2. Dzikir Tasbih, Tahmid, Takbir, Tahlil, dan Sholawat
- Tasbih: سُبْحَانَ اللَّهِ – Subḥānallāh – "Maha Suci Allah" (100 kali)
- Tahmid: اَلْحَمْدُ لِلَّهِ – Alḥamdulillāh – "Segala puji bagi Allah" (100 kali)
- Takbir: اَللَّهُ أَكْبَرُ – Allāhu Akbar – "Allah Maha Besar" (100 kali)
- Tahlil: لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ - Lā ilāha illallāhu waḥdahu lā syarīka lah, lahul-mulku wa lahul-ḥamdu wa huwa ‘alā kulli syai’in qadīr. "Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan, bagi-Nya segala pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu." (100 kali)
- Sholawat: اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ Allāhumma ṣalli ‘alā sayyidinā Muḥammadin wa ‘alā āli sayyidinā Muḥammad "Ya Allah, limpahkanlah sholawat kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad." (100 kali)
3. Doa Setelah Sholat Tahajud
Doa yang diajarkan Rasulullah ﷺ setelah sholat malam adalah sebagai berikut:
اللَّهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ، أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ، أَنْتَ مَلِكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ، أَنْتَ نُورُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ... (hingga akhir doa panjangnya)
Allāhumma rabbana lakal-ḥamdu, anta qayyimus-samāwāti wal-arḍi waman fīhinna, wa lakal-ḥamdu anta malikus-samāwāti wal-arḍi waman fīhinna, wa lakal-ḥamdu anta nūrus-samāwāti wal-arḍi waman fīhinna...
(Ya Allah, Tuhan kami, bagi-Mu segala puji. Engkaulah penegak langit dan bumi serta semua yang ada di dalamnya. Bagi-Mu segala puji, Engkaulah Raja langit dan bumi serta semua yang ada di dalamnya. Bagi-Mu segala puji, Engkaulah cahaya langit dan bumi serta semua yang ada di dalamnya... hingga akhir doa).
Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim.
Keutamaan Sholat Tahajud
Mengutip buku berjudul Sholat Tahajud & Kebahagiaan Sholat Tahajud & Kebahagiaan (2018) oleh Abd. Muqit, hikmah sholat luar biasa bagi kehidupan beberapa diantaranya adalah orang yang sholat tahajud akan diberikan posisi terpuji atau terhormat dan terpelihara dari nista, akan dikabulkan doanya, keinginan hamba-Nya akan dipenuhi, kekhilafan hamba-Nya diampuni, taubat hamba-Nya akan diterima, kontak hamba dengan Al-Khalik (Allah) melahirkan suasana baru yang lebih menyejukkan.
Berikut ini keutamaan sholat tahajud:
1. Waktu Mustajab untuk Berdoa
Sholat tahajud dikerjakan pada sepertiga malam terakhir, yaitu waktu yang sangat mustajab untuk berdoa. Pada waktu ini, doa-doa seorang hamba lebih mudah dikabulkan oleh Allah SWT.
2. Penghapus Dosa dan Pencegah Maksiat
Tahajud menjadi sarana untuk memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah lalu sekaligus menguatkan diri agar terhindar dari maksiat di masa depan.
3. Meninggikan Derajat di Sisi Allah SWT
Orang yang rutin melaksanakan tahajud akan mendapatkan kedudukan mulia dan derajat tinggi di hadapan Allah SWT. Hal ini merupakan bentuk penghargaan atas kesungguhan ibadah di waktu yang penuh keberkahan.
4. Kesehatan Fisik dan Mental
Bangun di malam hari untuk tahajud membawa manfaat kesehatan, baik jasmani maupun rohani. Sholat ini memberikan ketenangan batin, mengurangi stres, serta meningkatkan energi positif.
5. Membawa Ketenangan Hati dan Kelancaran Rezeki
Ibadah tahajud menumbuhkan ketentraman jiwa serta menjadi jalan untuk memperlancar rezeki, baik dalam bentuk materi maupun non-materi.
6. Dalil Al-Qur’an
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Isra: 79: “Dan pada sebagian malam hari, bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu. Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.”
Sumber:
- Buku berjudul Mukjizat Sholat Malam For Teens Meraih Spiritualitas Rasulullah (2009) oleh Sallamah Muhammad Abu Al-Kamal
- Buku berjudul Pesan-Pesan Moral untuk Meraih Sukses, Mulia, dan Selamat (2022) oleh Prof. DR. Miftah Faridl
- Kajian berjudul Zikir Dan Ketenangan Jiwa: Kajian Psikologis dipublikasikan di Ikhlas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam Volume. 2 Nomor. 1 Tahun 2025
- Buku berjudul Sholat Tahajud & Kebahagiaan Sholat Tahajud & Kebahagiaan (2018) oleh Abd. Muqit
Q & A Seputar Topik
Apa bacaan niat sholat tahajud?
Niat sholat tahajud yang umum dibaca adalah: “Ushallî sunnatat-tahajjudi rak‘ataini lillâhi ta‘âlâ.” Artinya: “Aku niat sholat sunnah Tahajud dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
Apakah niat sholat tahajud harus dilafadzkan?
Tidak wajib dilafadzkan. Niat cukup di dalam hati, yaitu menghadirkan keinginan untuk sholat tahajud karena Allah. Melafadzkan niat hanya sebagai bentuk membantu hati agar lebih mantap.
Bacaan apa yang dianjurkan setelah Al-Fatihah dalam sholat tahajud?
Rasulullah SAW sering membaca surat-surat panjang seperti Al-Baqarah, Ali Imran, dan An-Nisa. Namun, jika sulit, boleh membaca surat-surat pendek sesuai kemampuan.
Apa doa yang dibaca setelah selesai sholat tahajud?
Doa setelah tahajud berisi permohonan ampun, keteguhan iman, dan rezeki. Salah satu doa yang sering dibaca adalah: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَاهْدِنِي وَعَافِنِي وَارْزُقْنِي “Allahumma ighfirli, warhamni, wahdini, wa ‘afini, warzuqni.” Artinya: “Ya Allah, ampunilah aku, rahmatilah aku, beri aku petunjuk, kesehatan, dan rezeki.”
Bagaimana bacaan dalam sujud sholat tahajud?
Bacaan sujud sama seperti sholat lainnya, yaitu: “Subhâna rabbiyal a‘la wabihamdih.” Artinya: “Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi, dan dengan memuji-Nya.”