Liputan6.com, Jakarta Di antara banyak hukum tajwid, terdapat hukum bacaan idgham mutajanisain. Memahami idgham mutajanisain adalah kunci untuk melafalkan ayat-ayat suci dengan tepat, terutama saat dua huruf dengan tempat keluar (makhraj) yang sama namun sifat berbeda bertemu dalam bacaan.
Menurut buku At-Tadrib: Cara Cepat Mengidentifikasi Tajwid oleh Tabib Rohani, idgham berarti memasukkan atau melebur, sedangkan mutajanisain berarti sama makhrajnya tetapi sifatnya berbeda. Oleh karena itu, idgham mutajanisain adalah hukum tajwid yang mengatur peleburan dua huruf tersebut.
Membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar merupakan kewajiban bagi setiap Muslim. Salah satu aspek penting dalam membaca Al-Qur'an adalah memahami ilmu tajwid yang mengatur cara pengucapan huruf-huruf Al-Qur'an sesuai kaidah. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Jumat (29/8/2025).
Memahami Idgham Mutajanisain
Idgham mutajanisain merupakan salah satu hukum dalam ilmu tajwid yang penting untuk dipelajari. Secara etimologi, istilah ini terdiri dari dua kata yaitu "idgham" dan "mutajanisain", yang memiliki makna spesifik dalam konteks bacaan Al-Qur'an.
Idgham adalah salah satu materi dalam ilmu tajwid yang memiliki arti memasukkan atau melebur. Sementara itu, mutajanisain berarti dua jenis yang sama. Dalam konteks tajwid, mutajanisain merujuk pada huruf-huruf yang memiliki tempat keluar (makhraj) yang sama, tetapi memiliki sifat-sifat yang berbeda.
Makhraj huruf adalah tempat keluarnya huruf hijaiyah saat dibunyikan, sedangkan sifat huruf adalah karakteristik atau ciri-ciri yang melekat pada setiap huruf hijaiyah yang memengaruhi cara huruf tersebut dilafalkan.
Dengan demikian, idgham mutajanisain adalah hukum bacaan yang terjadi ketika dua huruf dengan makhraj yang sama namun sifatnya berbeda bertemu, dengan syarat huruf pertama berharakat sukun.
Huruf pertama akan dileburkan ke dalam huruf kedua sehingga seolah-olah menjadi satu huruf yang bertasydid. Hal tersebut seperti disebutkan dalam jurnal berjudul Pendeteksi Tajwid Idgham Mutajanisain pada Citra Al-Quran Menggunakan Fuzzy AssociativeMemory (FAM).
Hukum dan Cara Membaca Idgham Mutajanisain
Hukum bacaan idgham mutajanisain adalah wajib dibaca dengan cara diidghamkan, yaitu dileburkan dan disertai suara mendengung (ghunnah). Ghunnah adalah suara dengung yang keluar dari pangkal hidung yang merupakan ciri khas dari beberapa hukum tajwid.
Cara membaca idgham mutajanisain adalah dengan memasukkan huruf pertama yang sukun ke huruf kedua berharakat, sehingga huruf kedua dibaca seolah-olah bertasydid. Peleburan ini membuat huruf pertama tidak lagi dibaca secara terpisah, melainkan menyatu dengan huruf kedua.
Penting untuk diketahui bahwa tidak semua pertemuan huruf yang sama makhrajnya namun berbeda sifatnya akan menghasilkan hukum idgham mutajanisain. Hanya ada beberapa pasangan huruf tertentu yang termasuk dalam kategori ini, yang telah ditetapkan dalam kaidah ilmu tajwid.
Pasangan Huruf dalam Idgham Mutajanisain
Hukum idgham mutajanisain berlaku pada beberapa pasangan huruf tertentu yang memiliki makhraj sama tetapi sifatnya berbeda. Memahami pasangan ini krusial untuk mengidentifikasi dan menerapkan hukum bacaan ini dengan benar.
- Ta' (ت) sukun bertemu Tha' (ط).
- Tha' (ط) sukun bertemu Ta' (ت).
- Ta' (ت) sukun bertemu Dal (د).
- Dal (د) sukun bertemu Ta' (ت).
- Tsa (ث) sukun bertemu Dzal (ذ).
- Dzal (ذ) sukun bertemu Zha' (ظ).
- Ba' (ب) sukun bertemu Mim (م).
Penting untuk diingat bahwa dalam beberapa riwayat bacaan Al-Qur'an, ada perbedaan dalam penerapan hukum ini. Namun, dalam riwayat Hafs yang umum digunakan di Indonesia, pasangan huruf di atas adalah yang utama dan paling sering ditemui.
Contoh Idgham Mutajanisain dalam Al-Qur'an: Surat An-Nisa dan Al-Araf
Untuk lebih memahami idgham mutajanisain, berikut adalah beberapa contoh yang ditemukan dalam ayat-ayat Al-Qur'an yang dapat membantu pembaca mengidentifikasinya dalam mushaf:
-
Surat An-Nisa ayat 64
وَلَوْ اَنَّهُمْ اِذْ ظَّلَمُوْٓا
Latin: Walau annahum idz-dzholamuu.
Penjelasan: Dalam contoh ini, huruf Dal sukun (ذْ) bertemu dengan huruf Zha' (ظ). Keduanya memiliki makhraj yang sama, yaitu ujung lidah, namun sifatnya berbeda. Huruf Dal dileburkan ke dalam huruf Zha'.
-
Surat Al-Araf ayat 189
فَلَمَّا اَثْقَلَتْ دَعَوَ اللهَ رَبَّهُمَا
Latin: Falammaa atsqalat da'awallaaha rabbahumma.
Penjelasan: Di sini, huruf Ta' sukun (تْ) bertemu dengan huruf Dal (د). Kedua huruf ini keluar dari makhraj yang sama, yaitu ujung lidah yang menyentuh pangkal gigi seri atas, tetapi memiliki sifat yang berbeda. Huruf Ta' dileburkan ke dalam huruf Dal.
Contoh Idgham Mutajanisain dalam Al-Qur'an: Surat Ali Imran dan Al-Maidah
Melanjutkan contoh-contoh idgham mutajanisain dalam Al-Qur'an, berikut adalah beberapa ayat lain yang menunjukkan penerapan hukum tajwid ini:
-
Surat Ali Imran ayat 122
إِذْ هَمَّتْ طَّـآئِفَتَانِ
Latin: Iz hammata ifatani.
Penjelasan: Contoh ini menunjukkan pertemuan huruf Ta' sukun (تْ) dengan huruf Tha' (ط) berharakat. Keduanya memiliki makhraj yang sama, yaitu ujung lidah, namun sifatnya berbeda. Huruf Ta' dileburkan ke dalam huruf Tha'.
-
Surat Ali Imran ayat 69
وَدَّتْ طَّاۤىِٕفَةٌ مِّنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ لَوْ يُضِلُّوْنَكُمْۗ
Latin: Waddat ta ifatum min ahlil-kitabi lau yudillunakum.
Penjelasan: Sama seperti contoh sebelumnya, ini adalah pertemuan huruf Ta' sukun (تْ) dengan huruf Tha' (ط) berharakat. Huruf Ta' dileburkan ke dalam huruf Tha' saat dibaca.
-
Surat Al-Maidah ayat 28
لَئِن بَسَطْتَّ
Latin: La'im basatta.
Penjelasan: Dalam kasus ini, huruf Tha' sukun (طْ) bertemu dengan huruf Ta' (ت) berharakat. Huruf Tha' dileburkan ke dalam huruf Ta' sehingga bacaannya menjadi lebih menyatu.
Pentingnya Mempelajari Idgham Mutajanisain dalam Tajwid
Mempelajari idgham mutajanisain dan hukum tajwid lainnya sangatlah penting bagi setiap Muslim yang ingin membaca Al-Qur'an. Ilmu tajwid adalah ilmu dasar untuk membaca Al-Qur'an dengan benar dan sesuai kaidah yang telah ditetapkan oleh para ulama.
Tujuan utama mempelajari ilmu tajwid adalah untuk memelihara bacaan Al-Qur'an dari kesalahan dan perubahan, serta menjaga lisan dari kesalahan saat membacanya. Hal ini memastikan bahwa makna ayat tidak melenceng akibat kesalahan pengucapan.
Membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar merupakan perintah Allah SWT, sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-Muzzammil ayat 4, "Dan bacalah Al-Quran itu dengan perlahan-lahan." Dengan menguasai hukum-hukum tajwid, termasuk idgham mutajanisain, seseorang dapat membaca Al-Qur'an dengan tartil dan fasih.
Para ulama menyatakan bahwa hukum mempelajari ilmu tajwid adalah fardu kifayah, namun membaca Al-Qur'an sesuai tajwid berhukum wajib 'ain. Ini menunjukkan betapa krusialnya penguasaan tajwid dalam praktik ibadah sehari-hari.
Daftar Pustaka
- At-Tadrib: Cara Cepat Mengidentifikasi Tajwid oleh Tabib Rohani.
- Jurnal | PENDETEKSI TAJWID IDGHAM MUTAJANISAINPADA CITRA AL-QUR’AN MENGGUNAKANFUZZY ASSOCIATIVE MEMORY (FAM) | Rizal, Bustami, Dea Azzahra, Fadlisyah | Teknik Informatika Universitas Malikussaleh
- Quran Online - QS. Muzzammil ayat 4
FAQ
-
Apa itu idgham mutajanisain?
Idgham mutajanisain adalah hukum tajwid ketika dua huruf dengan makhraj sama tetapi sifat berbeda bertemu, dan huruf pertama sukun.
-
Bagaimana cara membaca idgham mutajanisain?
Dibaca dengan meleburkan huruf pertama ke huruf kedua dan disertai dengung (ghunnah).
-
Apakah semua huruf yang makhrajnya sama termasuk idgham mutajanisain?
Tidak, hanya pasangan huruf tertentu yang telah ditetapkan dalam ilmu tajwid.
-
Mengapa penting mempelajari idgham mutajanisain?
Penting untuk membaca Al-Qur'an dengan benar, fasih, dan sesuai kaidah tajwid.
-
Apa perbedaan makhraj dan sifat huruf?
Makhraj adalah tempat keluarnya huruf, sedangkan sifat huruf adalah karakteristik pengucapan huruf.
-
Apakah hukum mempelajari idgham mutajanisain?
Hukum mempelajarinya adalah fardu kifayah, namun membaca Al-Qur'an sesuai tajwid adalah wajib 'ain.
-
Apakah idgham mutajanisain selalu dibaca dengung?
Ya, hukum bacaan idgham mutajanisain wajib dibaca dengan didengungkan (ghunnah).