Daftar Isi
Liputan6.com, Jakarta Memahami doa rukuk sholat dan i'tidal sangat krusial untuk kesempurnaan ibadah. Sholat merupakan ibadah wajib bagi umat Muslim yang memiliki gerakan dan bacaan tertentu. Salah satu gerakan penting dalam sholat adalah rukuk, yang diikuti dengan i'tidal.
Doa rukuk sholat adalah bentuk pengagungan kepada Allah SWT, sementara doa i'tidal merupakan ungkapan syukur atas nikmat-Nya. Keduanya adalah bagian tak terpisahkan dari rukun sholat yang harus dipenuhi.
Melansir dari buku Ringkasan Fikih Sunnah Sayyid Sabiq karya Sulaiman Ahmad Yahya Al-Faifi, bacaan rukuk yang disunnahkan adalah bentuk pujian kepada Allah Yang Mahaagung. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Jumat (29/8/2025).
Doa Rukuk Sholat: Arab, Latin, dan Terjemah
Kesempurnaan rukuk tidak hanya pada gerakannya, tetapi juga pada bacaan doa rukuk sholat yang diucapkan. Memahami posisi dan bacaan ini akan meningkatkan kualitas sholat seorang Muslim.
Dalam gerakan rukuk, terdapat beberapa pilihan bacaan doa yang dapat diamalkan. Bacaan ini merupakan bentuk tasbih dan pengagungan kepada Allah SWT. Mengucapkan doa rukuk sholat dengan benar adalah bagian penting dari kekhusyukan.
Merujuk pada buku Ringkasan Fikih Sunnah Sayyid Sabiq karya Sulaiman Ahmad Yahya Al-Faifi, bacaan rukuk yang disunnahkan yaitu, "سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيْمِ." Doa ini menjadi inti dari pengagungan dalam posisi rukuk.
Bacaan 1:
سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيْمِ
Arab-latin: Subhana rabbiyal azhim (3x)
Artinya: "Mahasuci Tuhanku Mahaagung."
Bacaan 2 (Pilihan Lain):
سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ
Arab-latin: Subhana rabbiyal azhiimi wabihamdih
Artinya: "Maha suci Tuhan yang Maha Agung serta memujilah aku kepada-Nya."
Tata Cara Rukuk yang Benar
Melakukan rukuk dengan tata cara yang benar adalah bagian integral dari kesempurnaan sholat. Gerakan ini tidak hanya sekadar membungkuk, tetapi juga melibatkan posisi tubuh yang spesifik sesuai sunnah Nabi Muhammad SAW. Kesempurnaan tata cara ini akan mendukung kekhusyukan dalam mengucapkan doa rukuk sholat.
Disunnahkan untuk meratakan posisi kepala dengan punggung, sehingga membentuk garis lurus. Kedua tangan bertumpu pada lutut seakan menggenggamnya, dengan jari-jari yang dikembangkan di atas lutut. Penting juga untuk menjauhkan kedua tangan dari rusuk dan menghamparkan punggung lurus.
Diriwayatkan dari Abu Humaid RA, "Bahwa Nabi SAW apabila rukuk beliau bersikap i'tidal (lurus punggung dan tenang), tidak mendongakkan kepala dan tidak pula menundukkan, serta meletakkan kedua tangan di atas kedua lutut, seakan menggenggam keduanya." (HR Nasai). Hal ini menunjukkan pentingnya ketenangan dan kesempurnaan gerakan.
Doa I'tidal (Setelah Rukuk): Arab, Latin, dan Terjemah
I'tidal adalah gerakan berdiri tegak setelah rukuk, sebelum melakukan sujud. Gerakan ini juga memiliki doa khusus yang dibaca, yang merupakan ungkapan pujian dan syukur kepada Allah SWT. Doa i'tidal ini melengkapi rangkaian gerakan sholat setelah mengucapkan doa rukuk sholat.
Mengutip buku Anak Rajin Salat oleh Hamidah Jauhary (2021), doa i'tidal dibaca ketika tubuh bangkit dari rukuk. Meskipun bacaannya pendek, namun mengandung doa yang penuh kemuliaan bagi orang yang mengamalkannya. Doa ini dibaca ketika posisi tubuh berdiri tegak antara rukuk dan sujud.
Bacaan saat mengangkat badan dari rukuk:
سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ
Arab-latin: Sami'allahu liman hamidah.
Artinya: "Aku mendengar orang yang memuji-Nya."
Bacaan saat sudah berdiri tegak:
رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَمِلْءَ الْأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ
Arab-latin: Rabbanaaa lakal hamdu mil-ussamaawaati wa mil-ul-ardhi wa mil-u maa syik-ta min syai-im ba'du.
Artinya: "Ya Allah Tuhan Kami, Bagi-Mu lah segala puji, sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh barang yang Kau kehendaki sesudah itu.”
Doa Sujud Dua Kali: Arab, Latin, dan Terjemah
Sujud adalah salah satu rukun sholat yang dilakukan dua kali dalam setiap rakaat. Gerakan ini melambangkan puncak kerendahan diri seorang hamba di hadapan Allah SWT. Setelah melakukan doa rukuk sholat dan i'tidal, sujud menjadi gerakan selanjutnya yang penting.
Sujud dua kali dilakukan sebanyak dua kali sebelum dan sesudah duduk di antara dua sujud. Caranya yaitu dengan menempelkan sebagian dahi pada lantai sholat. Gerakan ini menunjukkan kepasrahan total seorang hamba kepada Penciptanya.
Bacaan doa saat sujud adalah sebagai berikut:
سُبْحَانَ رَبِّىَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
Arab-latin: Subhaana robbiyal a'la wabihamdih (3x)
Artinya: "Maha Suci Tuhan yang Maha Tinggi serta memujilah aku kepadanya."
Doa Duduk di Antara Dua Sujud: Arab, Latin, dan Terjemah
Setelah sujud pertama, seorang Muslim akan duduk sejenak sebelum melakukan sujud kedua. Posisi ini dikenal sebagai duduk di antara dua sujud, dan memiliki doa khusus yang dibaca. Doa ini berisi permohonan ampunan, rahmat, dan rezeki dari Allah SWT.
Duduk di antara dua sujud dilakukan sembari mengucap takbir. Doa ini adalah momen untuk memohon berbagai kebaikan kepada Allah, melengkapi rangkaian ibadah setelah doa rukuk sholat dan i'tidal.
Berikut adalah bacaan doa duduk di antara dua sujud:
رَبِّ اغْفِرْ لِى وَارْحَمْنِى وَاجْبُرْنِى وَارْزُقْنِى وَارْفَعْنِى
Bacaan latin: Robbighfirlii warhamnii wajburnii warfa'nii warzuqnii wahdinii wa'aafinii wa'fu 'annii.
Artinya: "Ya Allah ampunilah dosaku, belas kasihanilah aku, cukupkanlah segala kekurangan dan angkatlah derajatku, berilah rezeki kepadaku, berilah aku petunjuk, berilah kesehatan kepadaku dan berilah ampunan kepadaku.”
Doa Tahiyat Awal: Arab, Latin, dan Terjemah
Tahiyat awal adalah salah satu bagian dari sholat yang dilakukan setelah rakaat kedua dalam sholat yang lebih dari dua rakaat. Bacaan ini merupakan bentuk penghormatan dan salam kepada Allah, Nabi Muhammad SAW, serta hamba-hamba Allah yang sholeh.
Takhiyat awal dibaca setelah melakukan dua rakaat sholat, sebelum berdiri untuk rakaat berikutnya atau melanjutkan ke tahiyat akhir. Penting untuk memahami makna setiap kalimatnya agar ibadah lebih bermakna.
Berikut adalah bacaan doa tahiyat awal:
اَلتَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ ِللهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ. أَشْهدُ اَنْ لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ
Arab latin: At-tahiyyaatul mubaarakatush shalawaatuth thayyibaatulillaahi. Assalaamu 'alaika ayyuhan-nabiyyu wa rahmatullaahi wa barakaatuhu. Assalaamu 'alainaa wa 'alaa 'ibaadillaahish-shaalihiina. Asyhadu an laa ilaaha illallaahu wa asyhadu anna Muhammadar Rasuulullaahi.
Artinya: "Segala kehormatan, keberkahan, rahmat dan keselamatan, serta kebaikan hanyalah kepunyaan Allah. Keselamatan, rahmat, dan berkah dari Allah semoga tetap tercurah atasmu, wahai Nabi (Muhammad). Keselamatan, rahmat dan berkah dari Allah semoga juga tercurah atas kami, dan juga atas seluruh hamba Allah yang sholeh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah."
Doa Tahiyat Akhir: Arab, Latin, dan Terjemah
Tahiyat akhir adalah duduk terakhir dalam sholat sebelum salam. Bacaan tahiyat akhir lebih panjang dari tahiyat awal, karena di dalamnya terdapat shalawat kepada Nabi Muhammad SAW dan keluarga Nabi Ibrahim AS. Ini adalah penutup dari rangkaian bacaan sholat setelah doa rukuk sholat dan gerakan lainnya.
Doa takhiyat akhir dibaca saat duduk yang terakhir dalam sholat. Bacaan ini merupakan puncak dari pujian dan permohonan keberkahan dalam sholat, mengakhiri seluruh rangkaian gerakan dan bacaan melansir dari antaranews.
Berikut adalah bacaan doa tahiyat akhir:
التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ , أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ , اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
Arab-latin: At tahiyyaatul mubaarakaatush shalawaatuth thoyyibaatulillaah. as salaamu'alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullaahi wabarakaatuh, assalaamu'alaina wa'alaa ibaadillaahishaalihiin. asyhaduallaa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna muhammad rasuulullaah. Allaahumma shalli'alaa muhammad, wa'alaa aali muhammad. kamaa shallaita alaa ibraahiim wa alaa aali ibraahiim. wabaarik'alaa muhammad wa alaa aali muhammad. kamaa baarakta alaa ibraahiim wa alaa aali ibraahiim, fil'aalamiina innaka hamiidum majiid.
Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah rahmat atas keluarga Nabi Muhammad, seperti rahmat yang Engkau berikan kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan limpahkanlah berkah atas Nabi Muhammad beserta para keluarganya, seperti berkah yang Engkau berikan kepada Nabi Ibrahim dan keluarga, Engkau lah Tuhan yang sangat terpuji lagi sangat mulia di seluruh alam."
Daftar Sumber
- Ringkasan Fikih Sunnah Sayyid Sabiq | Sulaiman Ahmad Yahya Al-Faifi
- Jauhary, Hamidah (2021). Anak Rajin Salat. Penerbit: Kanak. ISBN: 978-623-7576-45-7
- Antara News. "Bacaan sholat dan panduan lengkap urutannya". 26 Agustus 2024. https://www.antaranews.com/berita/4287083/bacaan-sholat-dan-panduan-lengkap-urutannya
FAQ
1. Apa bacaan doa saat rukuk dalam sholat? Doa rukuk yang umum dibaca adalah "Subhaana rabbiyal ‘azhiim" sebanyak tiga kali.
2. Bagaimana tulisan latin dari doa rukuk? Tulisan latinnya adalah "Subhaana rabbiyal ‘azhiim."
3. Apa arti dari doa rukuk dalam bahasa Indonesia? Artinya adalah “Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung.”
4. Kapan waktu membaca doa i’tidal dalam sholat? Doa i’tidal dibaca setelah bangkit dari rukuk dan sebelum sujud.
5. Apa bacaan i’tidal setelah rukuk yang sesuai sunnah? Bacaan yang disunnahkan adalah "Rabbanaa lakal hamdu."
6. Apakah doa rukuk dan i’tidal berbeda antara sholat wajib dan sunnah? Tidak, doa rukuk dan i’tidal pada dasarnya sama di semua jenis sholat.
7. Mengapa penting memahami arti doa rukuk dan i’tidal? Agar sholat lebih khusyuk dan makna ibadah lebih mendalam.